Old school Swatch Watches
EKONOMI KERAKYATAN
Ass wr wb, saya ini bukanlah seorang yang ahli dalam bidang ekonomi, saya juga bukan orang yang bertitel perekonomian dan saya tidak pernah membaca buku-buku tebal yang bertema perekonomian. Saya hanyalah seorang pedagang kecil yang setiap hari bergelut dengan kegiatan ekonomi demi menjalani hidup. Dalam berkegiatan ekonomi setiap hari, banyak hal yang saya lihat dan saya alami. Syukur alhamdulillah ketika saya melihat masih ada orang-orang muslim pribumi yang perekonomiannya bagus dan bersumber dari perniagaan, tapi betapa merasa prihatinnya saya tatkala melihat masih jauh lebih banyak lagi muslim yang perekonomiannya masih lemah bahkan tergolong miskin. Saya sangat merasa prihatin ketika melihat seorang pengamen tua, sedang mengamen disebuah pasar dengan diiringi calung tua dia melantunkan solawat didepan sebuah toko non muslim yang sedang ramai pembeli. Si pengamen tua disorakin oleh pegawai dan pengunjung toko yang ternyata kalau dilihat dari dandananya mereka semua adalah muslim, saya juga merasa prihatin ketika saya sedang menunggangi kendaraan saya disebuah perempatan lampu merah seorang anak berpeci seperti muslim menengadahkan tangannya mengharap belas kasihan, sementara itu ditelotoar jalan orang tuanya tertidur pulas, sungguh gambaran kemiskinan yang memprihatinkan. Sudah sering juga saya menyaksikan orang-orang muslim berbelanja di toko-toko milik non muslim dengan pelayan/pegawai kasarnya semua orang muslim mereka tak jarang besitegang dalam bertransaksi sementara pemilik tokonya yang notabene adalah non muslim menatapnya dengan sinis. Entah sudah berapa kali saya menyaksikan hal-hal seperti diatas, karena sudah terlalu sering saya jadi lupa entah sudah berapa kali. Benarkah Kita sudah merdeka ?, Apa yang sebenarnya sedang dan akan terjadi ?, Waktu akan terus berjalan tanpa terasa hal buruk apa lagi yang akan terjadi pada negara dan umat ?, Apakah anda berani membayangkan apa yang akan terjadi pada anak cucu kita dimasa 20-30 tahun kedepan ?. Nenek saya pernah bercerita, 35 tahun yang lalu nenek saya punya sebuah pabrik kue, dari beberapa pegawai dipabrik kue tersebut 3 diantaranya adalah non muslim. Coba bayangkan 35 tahun yang lalu masih ada warga non muslim yang bekerja sebagai buruh di pabrik milik orang muslim tapi sekarang ditahun 2011 ini pernahkan anda melihat orang-orang non muslim bekerja dipabrik-pabrik atau ditoko-toko milik muslim ?, yang ada dijaman sekarang justru sebaliknya banyak orang-orang muslim yang bekerja seperti mengabdi di perusahaan milik non muslim. Sungguh ironis, terbayangkah oleh anda apa yang akan terjadi 35 tahun kedepan ?. Suatu waktu kakek saya pun pernah bercerita bahwa dulu setiap subuh didepan rumah kakekku banyak orang muslim dari kampung berbondong-bondong ke kota untuk memasarkan produk atau hasil kebun mereka, sungguh itu adalah gambaran bahwa ekonomi kerakyatan pada waktu itu masih berjalan. Umat dinegeri ini masih banyak yang berfikir untuk menciptakan produk untuk dijual dan sedikit sekali yang berfikir untuk menjadi buruh sehingga dengan demikian ekonomi kerakyatan pun berjalan. Apa yang terjadi sekarang ? Setiap pagi orang masih berbondong-bondong kekota tapi bukan untuk memasarkan produk melainkan untuk bekerja sebagai buruh ditoko atau diperusahaan milik non muslim. Apa yang sebenarnya terjadi ? Dan apa yang harus kita lakukan ? Kita ingin memiliki kehidupan ekonomi yang sejahtera, tapi dengan cara bagaimana kita meraihnya ?. Saat ini hampir semua kebutuhan pokok kita diproduksi dan dikelola non muslim. Apakah anda menyadari akan hal itu ?. Kita sudah kecanduan dan ketergantungan pada produk-produk non muslim, kita tak jarang merasa sangat bangga jika memakai produk non muslim. Mulai dari kebutuhan pokok sampai kebutuhan sekecil apapun, hampir semuanya menggunakan produk non muslim, ironis memang tapi itulah yang sedang kita jalani sekarang. Saking sudah ketergantungannya kita pada produk non muslim tak jarang kita merasa susah apabila suatu produk tiba-tiba hilang dari pasaran, lalu kita akan berani bayar lebih mahal untuk mendapatkan produk yang hilang tersebut. Menurut saya hal tersebut sangat menyedihkan. Rakyat desa dinegeri ini adalah petani, mereka menanam berbagai bahan pokok kebutuhan hidup, siang malam mereka merawat tanaman mereka dengan rajin tanpa kenal lelah tapi sayang setelah tanaman dipanen, mereka hanya bisa menjualnya dengan harga murah sesuai keinginan pasar. Sementara itu setelah dibawa kekota dan kemudian dikelola orang-orang non muslim, maka mereka akan menjualnya kembali pada kita dengan harga yang tinggi menurut harga pasar mereka dan kemudian dengan berat hati kita akan membelinya karena kita membutuhkannya. Apa yang sebenarnya sedang terjadi ? Itulah yang selalu jadi pertanyaan dipikiran saya. Apakah perekonomian kita terjajah sehingga kita tidak bisa menentukan harga produk kita sendiri. Begitu lemahkah kita ?. Sadahkah anda, kalau kita ini ternyata belum merdeka. Next=>
Back